Cara Membuat Rawon
MENGULIK SEJARAH RAWON, RESEP DAN CARA MEMBUATNYA
Pernah mendengar makanan yang bernama rawon? Atau mungkin, itu adalah salah satu makanan favorit kamu? Ternyata, selain punya rasa yang enak dan unik, hidangan yang terbuat dari daging ini juga punya sejarah yang sangat menarik. Apalagi sejarah rawon sudah ada dan eksis sejak ribuan tahun yang lalu.
Bagi kamu yang belum tahu dari mana asal makanan rawon, hidangan ini berasal dari Indonesia, khususnya Jawa Timur. Agar lebih mengenal hidangan ini, mari lihat fakta-fakta tentang rawon dan cara membuatnya pada penjelasan berikut ini!
APA ITU RAWON
Tak kenal maka tak sayang. Peribahasa tersebut juga berlaku pada makanan, termasuk rawon. Hingga saat ini, masih banyak orang Indonesia yang belum mengetahui apa itu rawon. Padahal, menurut survey Taste Atlas, hidangan ini menempati peringkat pertama pada kategori sup terenak di dunia.
Kuahnya terasa gurih dan penuh rempah. Warnanya hitam, namun tetap menggugah selera. Keunikan rasa dan warna ini didapat dari buah kluwek atau kepayang, yang menjadi salah satu bahan utama pembuatan hidangan Jawa Timuran ini. Kluwek sendiri adalah kacang hitam khas Indonesia.
Sebenarnya, buah ini beracun dan bisa membuat mabuk jika kamu memasukkannya dalam kondisi mentah. Dari sanalah lahirlah istilah “mabuk kepayang”. Oleh karena itu, kamu perlu melakukan fermentasi terlebih dahulu sebelum memasak buah kluwek. Ini termasuk ketika kamu memasaknya sebagai rawon.
Selain kluwek, ciri khas rawon juga terletak pada keberadaan daging sapi yang dimasak lama hingga lembut dan lumer di mulut. Tambahan jahe, cabai, dan sambal juga membuat rasa hidangan ini lebih hangat, pedas, dan segar. Tidak heran jika makanan satu ini mendapat julukan sup terenak di dunia.
Selain enak dan unik, hidangan ini juga bergizi tinggi. Sehingga, kamu bisa memelihara kesehatan ketika mengonsumsinya. Ada cukup banyak manfaat yang bisa kamu dapatkan, seperti meningkatkan daya tahan tubuh, membentuk otot, mencegah anemia, hingga mencegah penyakit saluran cerna.
SEJARAH RAWON
sepanci rawon dan potongan telur
Setelah mengetahui keunikan rawon, kini saatnya untuk menelusuri bagaimana hidangan ini bisa lahir. Untuk itu, kamu perlu mundur ke ribuan tahun yang lalu, lebih tepatnya pada tahun 901 masehi. Asalnya adalah dari Prasasti Taji karya Rakryan I Watu Tihang Pu Sanggramadurandara.
Sama seperti nama prasasti tersebut, rawon berasal dari Desa Taji yang secara geografis masuk ke Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Di sana, ada tulisan yang berbunyi Rarawwan, yang kini kamu kenal dengan nama rawon.
Para peneliti meyakini jika nama tersebut berasal dari kata “rawa”. Hal ini karena kuahnya yang berwarna hitam, seperti air rawa. Meski begitu, pada zaman dulu hidangan ini termasuk makanan favorit keluarga kerajaan, lho. Khususnya di Keraton Mangkunegaran Surakarta.
Hingga kini, eksistensi hidangan berkuah hitam hitam ini masih ada. Apalagi tidak hanya populer di Jawa Timur saja, hidangan ini juga sangat populer di daerah lain di Indonesia. Apalagi karena rasanya yang lezat, kamu juga bisa menemukan rawon di luar negeri. Kamu akan mengenalnya dengan nama “sup hitam”.
Astaga! Steak
Home › Story › Mengulik Sejarah Rawon, Resep dan Cara Pembuatannya
15 APRIL 2024
MENGULIK SEJARAH RAWON, RESEP DAN CARA MEMBUATNYA
Pernah mendengar makanan yang bernama rawon? Atau mungkin, itu adalah salah satu makanan favorit kamu? Ternyata, selain punya rasa yang enak dan unik, hidangan yang terbuat dari daging ini juga punya sejarah yang sangat menarik. Apalagi sejarah rawon sudah ada dan eksis sejak ribuan tahun yang lalu.
Bagi kamu yang belum tahu dari mana asal makanan rawon, hidangan ini berasal dari Indonesia, khususnya Jawa Timur. Agar lebih mengenal hidangan ini, mari lihat fakta-fakta tentang rawon dan cara membuatnya pada penjelasan berikut ini!
APA ITU RAWON
sepiring nasi rawon
Tak kenal maka tak sayang. Peribahasa tersebut juga berlaku pada makanan, termasuk rawon. Hingga saat ini, masih banyak orang Indonesia yang belum mengetahui apa itu rawon. Padahal, menurut survey Taste Atlas, hidangan ini menempati peringkat pertama pada kategori sup terenak di dunia.[1]
Kuahnya terasa gurih dan penuh rempah. Warnanya hitam, namun tetap menggugah selera. Keunikan rasa dan warna ini didapat dari buah kluwek atau kepayang, yang menjadi salah satu bahan utama pembuatan hidangan Jawa Timuran ini. Kluwek sendiri adalah kacang hitam khas Indonesia.
Sebenarnya, buah ini beracun dan bisa membuat mabuk jika kamu memasukkannya dalam kondisi mentah. Dari sanalah lahirlah istilah “mabuk kepayang”. Oleh karena itu, kamu perlu melakukan fermentasi terlebih dahulu sebelum memasak buah kluwek. Ini termasuk ketika kamu memasaknya sebagai rawon.
Selain kluwek, ciri khas rawon juga terletak pada keberadaan daging sapi yang dimasak lama hingga lembut dan lumer di mulut. Tambahan jahe, cabai, dan sambal juga membuat rasa hidangan ini lebih hangat, pedas, dan segar. Tidak heran jika makanan satu ini mendapat julukan sup terenak di dunia.
Baca Juga: Resep Empal Gepuk, Ternyata Mudah dan Praktis!
Selain enak dan unik, hidangan ini juga bergizi tinggi. Sehingga, kamu bisa memelihara kesehatan ketika mengonsumsinya. Ada cukup banyak manfaat yang bisa kamu dapatkan, seperti meningkatkan daya tahan tubuh, membentuk otot, mencegah anemia, hingga mencegah penyakit saluran cerna.
SEJARAH RAWON
sepanci rawon dan potongan telur
Setelah mengetahui keunikan rawon, kini saatnya untuk menelusuri bagaimana hidangan ini bisa lahir. Untuk itu, kamu perlu mundur ke ribuan tahun yang lalu, lebih tepatnya pada tahun 901 masehi. Asalnya adalah dari Prasasti Taji karya Rakryan I Watu Tihang Pu Sanggramadurandara.
Sama seperti nama prasasti tersebut, rawon berasal dari Desa Taji yang secara geografis masuk ke Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Di sana, ada tulisan yang berbunyi Rarawwan, yang kini kamu kenal dengan nama rawon.
Para peneliti meyakini jika nama tersebut berasal dari kata “rawa”. Hal ini karena kuahnya yang berwarna hitam, seperti air rawa. Meski begitu, pada zaman dulu hidangan ini termasuk makanan favorit keluarga kerajaan, lho. Khususnya di Keraton Mangkunegaran Surakarta.
Hingga kini, eksistensi hidangan berkuah hitam hitam ini masih ada. Apalagi tidak hanya populer di Jawa Timur saja, hidangan ini juga sangat populer di daerah lain di Indonesia. Apalagi karena rasanya yang lezat, kamu juga bisa menemukan rawon di luar negeri. Kamu akan mengenalnya dengan nama “sup hitam”.
RESEP DAN CARA MEMBUAT RAWON
bumbu untuk membuat rawon
Sebenarnya, cara membuat rawon memang susah susah gampang. Hal ini karena kehadiran kluwek yang bisa saja beracun jika kamu tidak mengolahnya dengan benar. Namun, bukan berarti tidak mungkin untuk memasak hidangan ini sendiri di rumah. Kamu hanya perlu melakukan langkah-langkah di bawah!
BAHAN-BAHAN
Sebelum memasak, pastikan kamu sudah menyiapkan semua bahan berikut!
•Daging sapi: 1 kg
•Buah kluwek/pasta kluwek : 3 sdm
•Jintan bubuk: 1 sdt
•Lengkuas: 2 ruas
•Serai: 2 batang
•Daun jeruk: 6 lembar
•Daun salam: 6 lembar
•Garam
•Gula
•Penyedap rasa
•Merica bubuk
•Ketumbar bubuk
•Air mineral: 2 liter
•Perasan jeruk nipis (opsional)
Haluskan:
•Bawang putih: 10 siung
•Bawang merah: 14 siung
•Cabe rawit: 10 buah
•Cabe merah: 10 buah
•Jahe: 2 ruas
•Kunyit: 2 ruas
•Kemiri: 6 buah
CARA MEMBUAT
Setelah semua bahan siap, kamu dapat mulai memasak dengan cara berikut!
1. Rebus daging sapi dan daun salam selama satu jam, simpan kaldunya.
2. Tumis bumbu halus dan rempah lainnya, di minyak panas hingga harum.
3. Jika sudah, masukkan kluwek dan aduk terus hingga bumbu mengental dan matang.
4. Masukkan air mineral dan tunggu hingga mendidih.
5. Lalu masukkan daging dan tambahkan kaldu sesuai selera
6. Setelah itu, masukkan semua bumbu dan sesuaikan rasa.
7. Terakhir, masukkan peran jeruk nipis jika kamu ingin ada tambahan rasa kecut di dalam hidangan
8. Angkat dari pan, lalu sajikan dengan nasi panas dan kecambah agar lebih enak.

Comments
Post a Comment